Wednesday, December 9, 2009

BARU UPDATE HOHO~

Assalamualaikum W.b.t..

Alhamdulillah, aku baru jak update blog aku yang lama tak di update ne..^_~




Ehem2.. Jangan salah faham pulak dengan lagu ne tauu...
Owk, salam'alaik.....

NO Obsession....

Bolehkah Islam itu berkembang bila halangan assabiyah belum dibolosi?

Merenung ke luar jendela, kelihatan ramai budak-budak remaja lelaki jalan berpasukan menuju ke padang bola untuk beradu kehebatan. Pasti mereka arif memilih kaki yang lincah beraksi merebut bola untuk mendapatkan kemenangan. Pasti mereka pasukan@jemaah yang mahir bermain bola.

Sekilas perhati di jendela kembara, oh. Mereka kumpulan remaja wanita mementingkan kecantikan. Bersiar-siar mencari kebebasan dan kepuasan. Itu, mereka jemaah kanak-kanak ribena yang gemar bermain dengan teman sebaya. Bermain guli, tin mahupun bubut-bubut mengikut musim. Dan mungkin pakcik-pakcik itu pula kelompok yang suka berdiskusi hal semasa sambil menunggu kopi baru dari pagi ke petang. Bersidang dengan yang seangkatan untuk mencapai permuafakatan.

Luarannya, orang menilai yang membawa Islam itu pasti mereka yang bertudung labuh, berjubah, berkopiah putih, yang berbicara perlahan, yang menghidupkan masjid-masjid dan yang serumpun dengannya.

Hakikatnya Islam juga memerlukan mereka yang tidak bertudung, bijak melontarkan kata-kata, pandai menyanyi, gagah dalam bersukan, kanak-kanak nakal, pemuda rempit, remaja shuffle, belia kedai kopi, suri rumah, tukang sapu, petani dan semua segala.

Bukankah setiap manusia itu memiliki kelebihan? Dan setiap kelebihan itu ada manfaatnya lebih-lebih lagi bila diarahkan ke landasan yang tepat.

Dalam usrah baru-baru ini, kata naqibahku untuk membentuk bangunan yang kukuh, elemen pasir, air dan simen itu diperlukan.

Sama seperti hidangan nasi lemak yang menjadi santapan aku dan adik-adik 'Putriku Sayang' seawal pagi tadi, kombinasi nasi dan sambal itu menyempurnakan hidangan. Dilengkapkan dengan telur rebus, ikan bilis, timun dan kacang cukup menyelerakan. Hasil campuran yang bervariasi mampu mencetuskan impak yang mendalam bagi yang menikmati.

P/S: Berakulturasilah dalam berkomunikasi masyarakat terintegrasi

>>>>FORWARD FROM YUYUSHIRA.BLOGSPOT.COM

KEJAHATAN KAUM YAHUDI TERBUKTI DALAM AL-QURAN..

Yahudi dalam Al-Quran

Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4). Dalam tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).

Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.

Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).

Dua Belas Kejahatan Yahudi

Dalam buku Qabaih al-Yahud dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut:

1.?????? Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)

2.????? Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)

3.????? Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)

4.????? Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59)

5.????? Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)

6.????? Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)

7.????? Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)

8.????? Merubah Firman Allah. (QS.2:75)

9.????? Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)

10.?? Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)

11.??? Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181)

12.?? Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)

Di samping itu, sosok nabi yang seharusnya dijadikan suri tauladan, justru dinistakan. Nabi Ibrahim dalam Kejadian pasal 12:10-16 dan 20:1-14, dikisahkan sebagai orang yang hina, menjijikkan dan rakus harta benda. Beliau dituduh menjual isterinya yang cantik demi meraih keuntungan. Kitab suci mereka tidak pernah menceritakan beliau sebagai Nabi pemberani yang menghancurkan patung meskipun harus dilemparkan kedalam api, menyeru ayah dan kaumnya meninggalkan kemusyrikan. Kisah memilukan juga menimpa Nabi Luth. Dalam Kejadian Pasal 19:30-38, beliau dikisahkan menzinahi kedua putrinya dalam keadaan mabuk.

Islam adalah musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang kitab sucinya mengoreksi langsung kesalahan dua agama itu. Ibarat seorang adik, ia berani membongkar kejahatan kedua kakaknya. Oleh sebab itu, kedengkian mereka tidak akan padam dan masih eksis dalam kajian-kajian mereka. Contoh kedengkian intelektual ini seperti klaim bahwa Al-Quran banyak dipengaruhi kosa kata Ibrani, seperti diungkapkan Adnin Armas dalam bukunya Metodologi Bibel dalam Studi Al-Quran. Klaim ini dicetuskan oleh Abraham Geiger (1810-1874), seorang rabi dan pendiri Yahudi Liberal di Jerman dalam karyanya, Apa yang telah Muhammad pinjam dari Yahudi?

Jauh sebelumnya, Imam Syafi’i telah menolak tudingan semisal itu dan menguatkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Sebab semua lafadz dalam Al-Quran mustahil tidak dipahami oleh semua orang Arab, meskipun sebagian lafadz itu ada yang tidak dimengerti oleh sebagian orang Arab. Hal ini mengingat luasnya samudera bahasa Arab, bukan karena kata itu tidak berasal dari bahasa Arab. Karena kata-kata yang dituduhkan asing itu telah menjadi bahasa Arab, dikenal dan telah digunakan oleh masyarakat Arab sebelum turunnya Al-Quran.

Anehnya, virus Geiger kini berkembang subur di sebagian umat. Pengacauan studi Islam dan maraknya franchise-franchise hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran di sebagian institusi pendidikan tinggi Islam sangat potensial melemahkan akidah dan ukhuwah. Fenomena ini perlu dipertimbangkan para tokoh umat di samping fatwa tentang pemboikotan produk Israel dan Amerika.

Penulis adalah dosen STID M. Natsir Jakarta. Alumni ISID Gontor dan Pascasarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM), fakultas Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences

KETIKA HATI BERKATA 'TIDAK'..

Sudahkah kita menambah cinta kita pada Allah???=)

EPILOG

Kali ini Haikal ketandusan IDEA...nampaknya gadis itu tidak boleh dihindari. Dia sudah habis ikhtiar untuk menjauhi gadis itu namun tidak berhasil. ke mana sahaja dia pergi gadis itu mesti wujud di sekitarnya. ARGH..Rimas!!

'YA ALLAH..aku tidak membencinya namun, aku lemas bila melihat dia. Maafkan daku YA ALLAH'. Entah apa salah gadis itu sehingga membuatkan Haikal dilanda kerimasan yang melampau-lampau..

Gadis itu bersahaja dan tidak menunjukkan ancaman sedikit pun. Apakah ini satu ujian hati??

Ayu wajah gadis itu menjadikan jiwanya sentiasa berdebar. Sukar untuk bernafas, pandangan yang menjadi berat. Hebat sungguh aura gadis itu.

***

"KAl, jom kita join program hujung minggu ni..naqib aku kata best!" bersemangat Ajai mengajakku ke program usrahnya. Dan yang HAikal terfikir di benaknya ialah satu program yang penuh dengan perbincangan yang membosankan.KAku. Dia sendiri pernah menyertai usrah satu ketika dahulu di sekolah. Tapi semuanya hampeh! Dia serik berada dalam keadaan terkongkong minda dan yang banyak bicara hanya naqib. Tidak berpeluang langsung memberikan buah fikiran sendiri. Untung nasib badannya mendapat naqib yang egois, tidak mahu menerima buah fikiran orang lain.

"Apa je aktiviti dalam program tu?" HAikal bersahaja bertanya...acuh tak acuh. Bukan tidak berminat, cuma bimbang terbuang masa mengikut program yang memaksanya menjadi penadah telinga.


"Err..untuk jawapan itu, naqib aku kata, ikut dulu baru tahu.."Ajai menggaru kepalanya yang tak gatal. Haikal rasa tercabar. Dia tiba-tiba mendapat satu ilham untuk menyertai program itu.

***

Seminggu berlalu begitu cepat. HAikal kini bukan lagi haikal yang dulu. Matanya sentiasa berjaga-jaga daripada memandang sesuatu yang tidak wajar dipandang. HAtinya terkesan dengan pengisian program yang disertainya bersama Ajai tempoh hari. Alhamdulillah..dia selalu mengucapkan lafaz ini setiap kali terkenang keadaan dirinya dulu dan sekarang. Bagai langit dan bumi.

Seorang abang merangkap AJK program bernama Abang Zaidi berjaya merapati Haikal dan mengikat hatinya kepada ISLAM. Haikal yang dulunya berasa kekosongan hidup yang menghimpit kini semakin boleh menilai yang hakiki dan yang palsu.

Setiap soalan mengenai kemusykilannya boleh ditanya secara terus kepada Abang Zaidi kerana dibantu oleh kecanggihan dan kemajuan teknologi massa kini, YM, Facebook, 3G,...Walhal bilik mereka hanya bersebelahan!

Satu hari HAikal mengambil suatu masa yang sangat ideal untuk merenung dirinya. Dia terpegun dengan dosa yang pernah dibuat sebelum ini..

Tika itu semua insan sebiliknya sudah berdengkur di atas katil masing-masing. Dia memilih masa itu keran itulah dia boleh berbicara dengan Penciptanya. Dia terus menerus mengakui dosa-dosanya yang pernah dilakukannya di depan Penciptanya tanpa segan silu. Tahajjud pertamanya sudah menyebabkan sejadahnya hampir basah semuanya, dek air mata keinsafan.

Dia pernah menjadi ahli kumpulan samseng dan menjadi kutu rayau sebelum memasuki kampus Islamik ini. Semuanya kerana terleka dengan masa menunggu keputusan SPM yang terlalu lama!

Entah sudah berapa anak gadis yang dibawanya ke hulu ke hilir sepanjang tempoh itu. Dirinya sangat bersyukur tidak terlalu jauh terbabas..Dia serta merta merasakan dirinya begitu jijik dan keji. Namun, bila mendengar nasihat Abang Zaidi, bahawa Sifat ALLAH itu MAHA PENGAMPUN, PENYAYANG...MAHA BELAS KASIHAN..masya ALLAh...terasa panas air mata yang menitis lagi. Jika sesama manusia pasti mereka tidak mungkin menerima insan yang pernah membelasah insan lain yang tidak bersalah , pasti tidak bisa menerima diri yang pernah menyentuh kulit wanita yang tidak halal disentuh. Pasti benci, meluat dengan dirinya yang pernah menabur kata-kata kesat untuk orang tuanya yang setiap hari meninggalkan rumah seawal pukul 5 pagi untuk menoreh, semata-mata mencari duit untuk menampung belanjanya sejak dulu sehingga sekarang..,Oh ibu..Oh ayah...betapa derhakanya anak kalian ini!

Teringat ketika ibunya mengadu sakit lenguh badan akibat mengangkat susu getah untuk dijual, dia meminta lembut untuk diurut tangannya. Dengan wajah yang bersih penuh mengharap, tangannya menghulurkan sebotol minyak angin. Tangan yang lemah itu tidak di sambut dan tidak dipedulikan. Televisyen lebih menarik perhatiannya. Sudahlah ketika itu ayahnya memberi amaran supaya tidak keluar malam. Tengah mood KO, tergamak dirinya membiarkan Ibunya meletakkan semula minyak urut itu di atas lantai selepas kelenguhan itu berganda akibat huluran yang tidak disambut oleh sang anak. Dengan penuh kepayahan Ibunya melangkah ke bilik perlahan-lahan, mengesat air mata. Kini barulah dirinya sedar nilai dan akibat air mata itu.

Sungguh kini dirinya bertekad untuk berubah. Abang Zaidi kata ALLAh tak tengok luaran kita, dia melihat hati kita, sejauh mana takwa dan ikhlas kita untuk mencari redha ALLAH. Jika hati yang kotor tidak dapat diselamatkan lagi...Bolehlah memohon hati yang baru. MAka malam ini, itulah permintaan Haikal kepada Penciptanya. Hati yang baru.

Selepas menyudahkan witirnya, dia tertidur di atas sejadah...

BerSAMA HATI BARU

Hati yang baru ini masih belum tercalar dek maksiat seperti dulu. PEsanan Abang Zaidi terngiang-ngiang di cuping telinganya.

"Walau kita sudah berazam untuk berubah, nafsu kita masih terdapat didalam diri kita, Kita membesar dengannya. Jangan lupa untuk memohon perlindungan dari-Nya supaya kita boleh mengalahkan kehendak NAFSU kita. Begitu juga syaitan, Dia semakin geram pada insan-insan yang berubah menjadi ikhlas kepada Tuhannya!, kepada-Nya lah kita memohon perlindungan..."

Petang itu seperti yang dirancang, dia akan menghabiskan masa petangnya dengan Ajai di perpustakaan. Dalam perjalanan, matanya terpandang akan satu wajah yang sangat-sangat menyentakkan hati. Sehingga dirinya terawang-awangan sebentar. 'Itu manusia atau bidadari?!' getus hati kecilnya, kini nafsu mengambil kesempatan untuk membisikkan kemanisan-kemanisan sementara yang bakal dikecapinya sekiranya dia berkenalan dengan gadis itu...

Perkara itu seharusnya dikongsi bersama Abang Zaidi. Temujanji dibuat dan malam itu juga Haikal menceritakan perihal gadis ayu petang tadi.Termasuk perihal hatinya yang tersangkut, dan pengakuan bahawa dia telah jatuh hati. Abang Zaidi terdiam. Dalam diam dia memikir sesuatu, ayat bakal dikeluarkan itu mungkin akan menjatuhkan semangat Haikal sebagai seorang lelaki.

"KAl, nampaknya hati Kal telah terkeliru.." lembut nada Abang Zaidi memulakan bicaranya.

"Hah? maksudnya?", Haikal cepat-cepat menutup mulutnya. Dia tersengih, segan rasanya pada Abang Zaidi.

"Bila kita berbicara pasal hati...ayat 'famous' yang orang guna ialah..JATUH CINTA itu TIDAK SALAH..." Dia menyambung lagi..."CUma yang bahaya sekarang ini, tumpuan Haikal dalam mencari Cinta Utama itu akan terganggu jika terus melayannya. Muslimat yang kal lihat sampai tembus ke hati itu adalah muslimah yang menjaga dirinya. Jika Kal cuba mengganggu bunga yang berduri akan melukakan diri sendiri. Bukan bermaksud kena cari bunga yang tidak berduri...Jauh sekali alternatif itu. Abang cuma nak bagi tahu yang HATI KAl ketika ini masih lemah dan perlukan istiqamah untuk meraih cinta-Nya. Lepaskan dulu usaha mengejar muslimah ini, Serahkan pada ALLAH..Dia Maha Mengetahui siapa yang lebih baik untuk Kal."

"Ingat tak cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha?"

haikal menggeleng.

"Walaupun Zulaikha menggodanya Nabi Yusuf akhirnya memilih penjara untuk menyelamatkan dirinya dari terus digoda , tapi selepas itu, oleh kerana mereka memang ada jodoh, mereka sekali lagi dipertemukan dan Zulaikha di mudakan semula lalu mereka berkahwin. Walaupun begitu, Zulaikha menjadi hamba yang kuat beribadat kepada ALLAH!"

"Apa kaitan dengan saya? Saya bukan setanding Nabi Yusuf..." Kini Haikal tidak dapat mengaitkan cerita itu dengan dirinya.

"Sekurang-kurangnya Kal, kita dapat menahan diri dari mengikut hawa nafsu. Jangan mudah menyerah pada hawa nafsu! Oleh itu, jagalah pandangan. Abang berharap Haikal terus berdoa agar dapat pendamping yang solehah dunia akhirat dan bukan hanya kerana pandangan yang menipu..."

Haikal terpinga-pinga...Pandangan mata yang menipu?Kalau begitu, alangkah dahsyatnya kalau tertipu dek pendangan yang tidak dijaga...Ah..hati ini masih lemah..

***
Kini Akan Bertahan

Satu hari dirinya mengasingkan diri daripada sahabat-sahabatnya, dia mahukan penyelesaian, wajah itu masih mengekori dirinya. Malam itu dia bermunajat.

Keesokan harinya dia memaksa dirinya berpuasa dan lidahnya tidak sunyi daripada alunan zikir. Tidak cukup dengan itu dia tidak mahu mengangkat pandangannya kecuali jika bercakap dengan seseorang. Dia perlu melatih hati dan jati dirinya. Dia menjauhi rakan-rakan yang lalai dan mereka yang suka berbicara mengenai makwe masing-masing.

Solat berjemaah dan munaqasyah ilmiah menjadi penyeri hidupnya. Usahanya itu sedikit demi sedikit mengikis sindrom 'jatuh hati' yang salah tadi..maka terubatlah sang hati yang masih baru itu. Haikal bersyukur menerima hidayah ini. Bukanlah dia menolak fitrah manusiawi, namun...hatinya belum bisa menerima seseorang selagi hatinya belum menemui CINTA ILAHI. Maka, harapan itu disandarkan pada kalamullah di dalam kitabNya..

"... Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."Al Kahfi :110..

KETIKA HATI BERKATA 'TIDAK'..

Sudahkah kita menambah cinta kita pada Allah???=)

EPILOG

Kali ini Haikal ketandusan IDEA...nampaknya gadis itu tidak boleh dihindari. Dia sudah habis ikhtiar untuk menjauhi gadis itu namun tidak berhasil. ke mana sahaja dia pergi gadis itu mesti wujud di sekitarnya. ARGH..Rimas!!

'YA ALLAH..aku tidak membencinya namun, aku lemas bila melihat dia. Maafkan daku YA ALLAH'. Entah apa salah gadis itu sehingga membuatkan Haikal dilanda kerimasan yang melampau-lampau..

Gadis itu bersahaja dan tidak menunjukkan ancaman sedikit pun. Apakah ini satu ujian hati??

Ayu wajah gadis itu menjadikan jiwanya sentiasa berdebar. Sukar untuk bernafas, pandangan yang menjadi berat. Hebat sungguh aura gadis itu.

***

"KAl, jom kita join program hujung minggu ni..naqib aku kata best!" bersemangat Ajai mengajakku ke program usrahnya. Dan yang HAikal terfikir di benaknya ialah satu program yang penuh dengan perbincangan yang membosankan.KAku. Dia sendiri pernah menyertai usrah satu ketika dahulu di sekolah. Tapi semuanya hampeh! Dia serik berada dalam keadaan terkongkong minda dan yang banyak bicara hanya naqib. Tidak berpeluang langsung memberikan buah fikiran sendiri. Untung nasib badannya mendapat naqib yang egois, tidak mahu menerima buah fikiran orang lain.

"Apa je aktiviti dalam program tu?" HAikal bersahaja bertanya...acuh tak acuh. Bukan tidak berminat, cuma bimbang terbuang masa mengikut program yang memaksanya menjadi penadah telinga.


"Err..untuk jawapan itu, naqib aku kata, ikut dulu baru tahu.."Ajai menggaru kepalanya yang tak gatal. Haikal rasa tercabar. Dia tiba-tiba mendapat satu ilham untuk menyertai program itu.

***

Seminggu berlalu begitu cepat. HAikal kini bukan lagi haikal yang dulu. Matanya sentiasa berjaga-jaga daripada memandang sesuatu yang tidak wajar dipandang. HAtinya terkesan dengan pengisian program yang disertainya bersama Ajai tempoh hari. Alhamdulillah..dia selalu mengucapkan lafaz ini setiap kali terkenang keadaan dirinya dulu dan sekarang. Bagai langit dan bumi.

Seorang abang merangkap AJK program bernama Abang Zaidi berjaya merapati Haikal dan mengikat hatinya kepada ISLAM. Haikal yang dulunya berasa kekosongan hidup yang menghimpit kini semakin boleh menilai yang hakiki dan yang palsu.

Setiap soalan mengenai kemusykilannya boleh ditanya secara terus kepada Abang Zaidi kerana dibantu oleh kecanggihan dan kemajuan teknologi massa kini, YM, Facebook, 3G,...Walhal bilik mereka hanya bersebelahan!

Satu hari HAikal mengambil suatu masa yang sangat ideal untuk merenung dirinya. Dia terpegun dengan dosa yang pernah dibuat sebelum ini..

Tika itu semua insan sebiliknya sudah berdengkur di atas katil masing-masing. Dia memilih masa itu keran itulah dia boleh berbicara dengan Penciptanya. Dia terus menerus mengakui dosa-dosanya yang pernah dilakukannya di depan Penciptanya tanpa segan silu. Tahajjud pertamanya sudah menyebabkan sejadahnya hampir basah semuanya, dek air mata keinsafan.

Dia pernah menjadi ahli kumpulan samseng dan menjadi kutu rayau sebelum memasuki kampus Islamik ini. Semuanya kerana terleka dengan masa menunggu keputusan SPM yang terlalu lama!

Entah sudah berapa anak gadis yang dibawanya ke hulu ke hilir sepanjang tempoh itu. Dirinya sangat bersyukur tidak terlalu jauh terbabas..Dia serta merta merasakan dirinya begitu jijik dan keji. Namun, bila mendengar nasihat Abang Zaidi, bahawa Sifat ALLAH itu MAHA PENGAMPUN, PENYAYANG...MAHA BELAS KASIHAN..masya ALLAh...terasa panas air mata yang menitis lagi. Jika sesama manusia pasti mereka tidak mungkin menerima insan yang pernah membelasah insan lain yang tidak bersalah , pasti tidak bisa menerima diri yang pernah menyentuh kulit wanita yang tidak halal disentuh. Pasti benci, meluat dengan dirinya yang pernah menabur kata-kata kesat untuk orang tuanya yang setiap hari meninggalkan rumah seawal pukul 5 pagi untuk menoreh, semata-mata mencari duit untuk menampung belanjanya sejak dulu sehingga sekarang..,Oh ibu..Oh ayah...betapa derhakanya anak kalian ini!

Teringat ketika ibunya mengadu sakit lenguh badan akibat mengangkat susu getah untuk dijual, dia meminta lembut untuk diurut tangannya. Dengan wajah yang bersih penuh mengharap, tangannya menghulurkan sebotol minyak angin. Tangan yang lemah itu tidak di sambut dan tidak dipedulikan. Televisyen lebih menarik perhatiannya. Sudahlah ketika itu ayahnya memberi amaran supaya tidak keluar malam. Tengah mood KO, tergamak dirinya membiarkan Ibunya meletakkan semula minyak urut itu di atas lantai selepas kelenguhan itu berganda akibat huluran yang tidak disambut oleh sang anak. Dengan penuh kepayahan Ibunya melangkah ke bilik perlahan-lahan, mengesat air mata. Kini barulah dirinya sedar nilai dan akibat air mata itu.

Sungguh kini dirinya bertekad untuk berubah. Abang Zaidi kata ALLAh tak tengok luaran kita, dia melihat hati kita, sejauh mana takwa dan ikhlas kita untuk mencari redha ALLAH. Jika hati yang kotor tidak dapat diselamatkan lagi...Bolehlah memohon hati yang baru. MAka malam ini, itulah permintaan Haikal kepada Penciptanya. Hati yang baru.

Selepas menyudahkan witirnya, dia tertidur di atas sejadah...

BerSAMA HATI BARU

Hati yang baru ini masih belum tercalar dek maksiat seperti dulu. PEsanan Abang Zaidi terngiang-ngiang di cuping telinganya.

"Walau kita sudah berazam untuk berubah, nafsu kita masih terdapat didalam diri kita, Kita membesar dengannya. Jangan lupa untuk memohon perlindungan dari-Nya supaya kita boleh mengalahkan kehendak NAFSU kita. Begitu juga syaitan, Dia semakin geram pada insan-insan yang berubah menjadi ikhlas kepada Tuhannya!, kepada-Nya lah kita memohon perlindungan..."

Petang itu seperti yang dirancang, dia akan menghabiskan masa petangnya dengan Ajai di perpustakaan. Dalam perjalanan, matanya terpandang akan satu wajah yang sangat-sangat menyentakkan hati. Sehingga dirinya terawang-awangan sebentar. 'Itu manusia atau bidadari?!' getus hati kecilnya, kini nafsu mengambil kesempatan untuk membisikkan kemanisan-kemanisan sementara yang bakal dikecapinya sekiranya dia berkenalan dengan gadis itu...

Perkara itu seharusnya dikongsi bersama Abang Zaidi. Temujanji dibuat dan malam itu juga Haikal menceritakan perihal gadis ayu petang tadi.Termasuk perihal hatinya yang tersangkut, dan pengakuan bahawa dia telah jatuh hati. Abang Zaidi terdiam. Dalam diam dia memikir sesuatu, ayat bakal dikeluarkan itu mungkin akan menjatuhkan semangat Haikal sebagai seorang lelaki.

"KAl, nampaknya hati Kal telah terkeliru.." lembut nada Abang Zaidi memulakan bicaranya.

"Hah? maksudnya?", Haikal cepat-cepat menutup mulutnya. Dia tersengih, segan rasanya pada Abang Zaidi.

"Bila kita berbicara pasal hati...ayat 'famous' yang orang guna ialah..JATUH CINTA itu TIDAK SALAH..." Dia menyambung lagi..."CUma yang bahaya sekarang ini, tumpuan Haikal dalam mencari Cinta Utama itu akan terganggu jika terus melayannya. Muslimat yang kal lihat sampai tembus ke hati itu adalah muslimah yang menjaga dirinya. Jika Kal cuba mengganggu bunga yang berduri akan melukakan diri sendiri. Bukan bermaksud kena cari bunga yang tidak berduri...Jauh sekali alternatif itu. Abang cuma nak bagi tahu yang HATI KAl ketika ini masih lemah dan perlukan istiqamah untuk meraih cinta-Nya. Lepaskan dulu usaha mengejar muslimah ini, Serahkan pada ALLAH..Dia Maha Mengetahui siapa yang lebih baik untuk Kal."

"Ingat tak cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha?"

haikal menggeleng.

"Walaupun Zulaikha menggodanya Nabi Yusuf akhirnya memilih penjara untuk menyelamatkan dirinya dari terus digoda , tapi selepas itu, oleh kerana mereka memang ada jodoh, mereka sekali lagi dipertemukan dan Zulaikha di mudakan semula lalu mereka berkahwin. Walaupun begitu, Zulaikha menjadi hamba yang kuat beribadat kepada ALLAH!"

"Apa kaitan dengan saya? Saya bukan setanding Nabi Yusuf..." Kini Haikal tidak dapat mengaitkan cerita itu dengan dirinya.

"Sekurang-kurangnya Kal, kita dapat menahan diri dari mengikut hawa nafsu. Jangan mudah menyerah pada hawa nafsu! Oleh itu, jagalah pandangan. Abang berharap Haikal terus berdoa agar dapat pendamping yang solehah dunia akhirat dan bukan hanya kerana pandangan yang menipu..."

Haikal terpinga-pinga...Pandangan mata yang menipu?Kalau begitu, alangkah dahsyatnya kalau tertipu dek pendangan yang tidak dijaga...Ah..hati ini masih lemah..

***
Kini Akan Bertahan

Satu hari dirinya mengasingkan diri daripada sahabat-sahabatnya, dia mahukan penyelesaian, wajah itu masih mengekori dirinya. Malam itu dia bermunajat.

Keesokan harinya dia memaksa dirinya berpuasa dan lidahnya tidak sunyi daripada alunan zikir. Tidak cukup dengan itu dia tidak mahu mengangkat pandangannya kecuali jika bercakap dengan seseorang. Dia perlu melatih hati dan jati dirinya. Dia menjauhi rakan-rakan yang lalai dan mereka yang suka berbicara mengenai makwe masing-masing.

Solat berjemaah dan munaqasyah ilmiah menjadi penyeri hidupnya. Usahanya itu sedikit demi sedikit mengikis sindrom 'jatuh hati' yang salah tadi..maka terubatlah sang hati yang masih baru itu. Haikal bersyukur menerima hidayah ini. Bukanlah dia menolak fitrah manusiawi, namun...hatinya belum bisa menerima seseorang selagi hatinya belum menemui CINTA ILAHI. Maka, harapan itu disandarkan pada kalamullah di dalam kitabNya..

"... Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."Al Kahfi :110..